1. Input mengambil data dari keyboard, mouse, file, atau
dari device lain.
2. Output menampilkan data pada tampilan monitor atau pada
device lainnya.
3. Matematika :
melakukan
operasi dasar matematika seperti penambahan dan perkalian.
4. Conditional : pemilihan suatu
kondisi dan mengeksekusi sesuai dengan statement
selanjutnya.
5. Iteration : operasi perulangan.
Akan tetapi, masih banyak hal lain yang belum tercakup di atas. Program-program, bagaimanapun kompleksnya pasti terdiri dari
kumpulan instruksi dasar di atas.
2.1 Tipe Kesalahan
Pemrograman merupakan proses yang kompleks dan
tidak menutup kemungkinan terjadi suatu kesalahan atau error. Berbagai macam
kesalahan dapat terjadi dalam sebuah pemrograman. Kesalahan pemrograman sering
dinamakan bug, sedangkan proses
untuk pencarian kesalahan dinamakan dengan debugging.
Pemrograman kesalahan dapat dibagi menjadi
tiga macam, yakni kesalahan sintaks (syntax
error), kesalahan run-time (run-time
error), dan kesalahan logika (logic error). Pembagian jenis kesalahan ini dalam pemrograman dapat
menjadikan proses pencarian kesalahan menjadi lebih cepat.
2.1.1 Kesalahan Sintaks
Bahasa C hanya dapat dieksekusi jika dan hanya
jika program tersebut memiliki sintaks yang telah sepenuhnya benar. Jika tidak, maka proses
akan berhenti dan memberikan pesan kesalahan. Sintaks menunjukkan pada struktur
program dan aturannya. Sintaks dalam bahasa Indonesia, misalnya sebuah kalimat
harus diawali dengan huruf besar dan diakhiri dengan titik. Bila terjadi
kesalahan sintaks dalam bahasa, maka beberapa pembaca tidak akan begitu
mempermasalahkan, tetapi C tidak demikian. C harus ditulis dengan benar tanpa
ada satupun kesalahan sintak.
2.1.2 Kesalahan Run-time
Kesalahan tipe kedua
adalah kesalahan run-time. Disebut
demikian karena kesalahan ini tidak akan muncul sebelum program dijalankan.
Kesalahan ini juga sering disebut dengan exception
karena kesalahan ini biasanya menunjukkan sesuatu yang ganjil (dan
tidak benar) terjadi.
2.1.3
Kesalahan Logika
Kesalahan tipe ketiga
adalah kesalahan logika atau semantik. Jika terjadi kesalahan tipe ini, maka
program akan tetap berjalan dengan sukses tanpa pesan kesalahan. Akan tetapi, program
tersebut tidak menjalankan program dengan benar atau tidak menjalankan program
sesuai dengan maksud yang diinginkan pemrogram.
2.2 Elemen
Dasar C
Seperti bahasa pemograman
lainya, bahasa C memiliki Elemen dasar yang sama seperti:
1. Pengenal
2. Kata kunci (keywords)
3. Tipe data dasar
4. Variabel
5. Konstanta
6. Operator
7. Pernyataan
2.2.1
Pengenal3
Untuk dapat menandai sebuah
item di dalam program C, tiap item diberi sebuah nama pengenal khas dan informatif yang menunjukkan maksud atau jenis item yang ditunjuk. Tidak ada lebih dari satu item yang
berbeda mempunyai nama yang sama. Pengenal atau identifier
merupakan nama yang digunakan sebagai tempat untuk variabel, fungsi, dan konstanta yang didefinisikan oleh
pemrogram. Pendeklarasian variabel dalam
pemrograman C ada ketentuan-ketentuan khusus yang harus diperhatikan, seperti:
1. Nama variabel tidak boleh diawali dengan angka.
2.
Nama variabel harus
diawali dengan huruf atau karakter garis bawah (_), selanjutnya dapat diikuti dengan
huruf maupun angka atau tanda garis bawah.
3. Nama variabel tidak boleh menggunakan
operator-operator aritmatika seperti
+, -, /, * dan karakter-karakter khusus
seperti :, ; ,#, @, dan sebagainya.
4. Jika nama variabel terdiri dari dua kata atau
lebih, maka antarkata tidak dibolehkan menggunakan
spasi.
5. Nama variabel tidak boleh menggunakan
kata-kata yang telah memiliki arti
khusus dalam
bahasa C.
6. Penggunaan huruf kecil dan huruf besar di
bedakan.
7. Panjang maksimal suatu variabel adalah 32
karakter. Karena itu, jika deklarasi suatu variabel panjangnya lebih dari 32
karakter, secara otomatis sistem tetap akan mengenali sepanjang 32 karakter
saja.
contoh bahasa pemograman C ++
Mari kita lihat progam selengkapnya:
1. #include<iostream.h>
2. int main()
3. {
4. int perkalian, n, batas; // deklarasi variabel
5.
cout<<"Perkalian : ";
6.
cin>>perkalian; //input nilai
7. cout<<"Sampai Dengan: "; //masukan batas
8. cin>>batas;
9.
cout<<endl;
//memindahkan line satu baris kebawah
10. for(n=1; n<=batas; n++) //perulangan
11.
cout<<perkalian<<"x"<<n<<"="
12.
<<perkalian*n<<endl; // operasi perkalian dilakukan
13.
return 0;
14. }
Misalnya
kita akan menghitung perkalian 32 dengan batas perkalian adalah 12,
maka kita dapat memasukan nilai perkalian 32.
dengan batas yaitu 12.
dan hasil outputnya adalah sbb:
maka kita dapat memasukan nilai perkalian 32.
dengan batas yaitu 12.
dan hasil outputnya adalah sbb:
No comments:
Post a Comment