Sunday, March 6, 2016

PEMROGAMAN DASAR

Program adalah urut-urutan instruksi untuk menjalankan suatu komputasi. Komputasi dapat berupa perhitungan matematis, seperti pengecekan bilangan prima, pencarian akar-akar persamaan kuadrat, atau yang lainnya. Juga juga dapat berupa pencarian dan penggantian text dalam dokumen. Instruksi (atau perintah atau statement) pada masing-masing bahasa pemrograman dapat berbeda, namun beberapa instruksi dasar secara prinsip hampir di semua bahasa pemrograman sama, seperti:
1.    Input mengambil data dari keyboard, mouse, file, atau dari device lain.
2.    Output menampilkan data pada tampilan monitor atau pada device lainnya.
3.    Matematika : melakukan operasi dasar matematika seperti penambahan dan perkalian.
4.    Conditional : pemilihan suatu kondisi dan mengeksekusi sesuai dengan statement selanjutnya.
5.    Iteration : operasi perulangan.
Akan tetapi, masih banyak hal lain yang belum tercakup di atas. Program­-program, bagaimanapun kompleksnya pasti terdiri dari kumpulan instruksi dasar di atas.
2.1 Tipe Kesalahan
Pemrograman merupakan proses yang kompleks dan tidak menutup kemungkinan terjadi suatu kesalahan atau error. Berbagai macam kesalahan dapat terjadi dalam sebuah pemrograman. Kesalahan pemrograman sering dinamakan bug, sedangkan proses untuk pencarian kesalahan dinamakan dengan debugging.
Pemrograman kesalahan dapat dibagi menjadi tiga macam, yakni kesalahan sintaks (syntax error), kesalahan run-time (run-time error), dan kesalahan logika (logic error). Pembagian jenis kesalahan ini dalam pemrograman dapat menjadikan proses pencarian kesalahan menjadi lebih cepat.
2.1.1 Kesalahan Sintaks
Bahasa C hanya dapat dieksekusi jika dan hanya jika program tersebut memiliki sintaks yang telah sepenuhnya benar. Jika tidak, maka proses akan berhenti dan memberikan pesan kesalahan. Sintaks menunjukkan pada struktur program dan aturannya. Sintaks dalam bahasa Indonesia, misalnya sebuah kalimat harus diawali dengan huruf besar dan diakhiri dengan titik. Bila terjadi kesalahan sintaks dalam bahasa, maka beberapa pembaca tidak akan begitu mempermasalahkan, tetapi C tidak demikian. C harus ditulis dengan benar tanpa ada satupun kesalahan sintak.
2.1.2 Kesalahan Run-time
Kesalahan tipe kedua adalah kesalahan run-time. Disebut demikian karena kesalahan ini tidak akan muncul sebelum program dijalankan. Kesalahan ini juga sering disebut dengan exception karena kesalahan ini biasanya menunjukkan sesuatu yang ganjil (dan tidak benar) terjadi.
2.1.3 Kesalahan Logika
Kesalahan tipe ketiga adalah kesalahan logika atau semantik. Jika terjadi kesalahan tipe ini, maka program akan tetap berjalan dengan sukses tanpa pesan kesalahan. Akan tetapi, program tersebut tidak menjalankan program dengan benar atau tidak menjalankan program sesuai dengan maksud yang diinginkan pemrogram.
2.2 Elemen Dasar C
Seperti bahasa pemograman lainya, bahasa C memiliki Elemen dasar yang sama seperti:
1. Pengenal
2. Kata kunci (keywords)
3. Tipe data dasar
4. Variabel
5. Konstanta
6. Operator
7. Pernyataan
2.2.1 Pengenal3
Untuk dapat menandai sebuah item di dalam program C, tiap item diberi sebuah nama pengenal khas dan informatif yang menunjukkan maksud atau jenis item yang ditunjuk. Tidak ada lebih dari satu item yang berbeda mempunyai nama yang sama. Pengenal atau identifier merupakan nama yang digunakan sebagai tempat untuk variabel, fungsi, dan konstanta yang didefinisikan oleh pemrogram. Pendeklarasian variabel dalam pemrograman C ada ketentuan-ketentuan khusus yang harus diperhatikan, seperti:
1.      Nama variabel tidak boleh diawali dengan angka.
2.      Nama variabel harus diawali dengan huruf atau karakter garis bawah (_), selanjutnya dapat diikuti dengan huruf maupun angka atau tanda garis bawah.
3.  Nama variabel tidak boleh menggunakan operator-operator aritmatika seperti +, -, /, *  dan karakter-karakter khusus seperti :, ; ,#, @, dan sebagainya.                                                                                   
4.  Jika nama variabel terdiri dari dua kata atau lebih, maka antarkata tidak dibolehkan menggunakan spasi.
5.  Nama variabel tidak boleh menggunakan kata-kata yang telah memiliki arti khusus dalam bahasa C.        
6.  Penggunaan huruf kecil dan huruf besar di bedakan.                                               
7.  Panjang maksimal suatu variabel adalah 32 karakter. Karena itu, jika deklarasi suatu variabel panjangnya lebih dari 32 karakter, secara otomatis sistem tetap akan mengenali sepanjang 32 karakter saja.          
 contoh bahasa pemograman C ++


Mari kita lihat progam selengkapnya:
1.  #include<iostream.h>
2.  int main()
3.  {
4.          int perkalian, n, batas;   // deklarasi variabel
5.                  cout<<"Perkalian : ";    
6.                  cin>>perkalian;           //input nilai
7.          cout<<"Sampai Dengan: ";  //masukan batas
8.          cin>>batas;
9.                  cout<<endl;               //memindahkan line satu baris kebawah
10.         for(n=1; n<=batas; n++)       //perulangan
11.                 cout<<perkalian<<"x"<<n<<"="    
12.                                 <<perkalian*n<<endl;   // operasi perkalian dilakukan
13.                 return 0;
14. }
Misalnya kita akan menghitung perkalian 32 dengan batas perkalian adalah 12,
maka kita dapat memasukan nilai perkalian 32.
dengan batas yaitu 12.
dan hasil outputnya adalah sbb: